Entri Populer

Selasa, 31 Desember 2013

ABSTRAK SKRIPSI PEMBELAJARAN KEGIATAN ESKTRAKURIKULER SENI TARI DI TK HANG TUAH BANJARMASIN

ABSTRAK

Ari Santoso, 2013.Pembelajaran Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari di TK Hang Tuah Banjarmasin.Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP UNLAM.Pembimbing (I) Edlin Yanuar Nugraheni, S.Sn.,M.Sn, (II) Dra. Maria LAS, M.Pd.
Kata kunci : Pembelajaran, Kegiatan Ekstrakurikuler, Seni Tari
TK Hang Tuah Banjarmasin merupakan salah satu TK yang menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler seni tari. Setiap tahunnya mengadakan pentas seni untuk perpisahan, mengikuti lomba-lomba dan penampilan-penampilan yang berkaitan dengan kesenian khususnya seni tari. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler seni tari di TK Hang Tuah Banjarmasin?, (2) Bagaimana penilaian pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler seni tari di TK Hang Tuah Banjarmasin?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Proses pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler seni tari di TK Hang Tuah Banjarmasin, (2) Hasil penilaian pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler seni tari di TK Hang Tuah Banjarmasin yang meliputi penilaian aktivitas pengajar ekstrakurikuler seni tari dan peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni tari di TK Hang Tuah Banjarmasin.
Penelitian ini dilakukan di TK Hang Tuah Banjarmasin pada bulan April 2013 sampai dengan Juli 2013. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitiannya adalah pengajar ekstrakurikuler seni tari dan peserta didik ekstrakurikuler seni tari. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Analisis data dilakukan dengan cara penilaian bersifat subjektif dari aktivitas pengajar ekstrakurikuler seni tari dan peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni tari. Cara pengambilan penilaian aktivitas pengajar ialah penilaian 1 yaitu aktivitas pengajar dalam pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler seni tari dilaksanakan dengan kurang baik, 2 dilaksanakan dengan cukup baik, 3 dilakukan dengan baik, 4 dilaksanakan dengan sangat baik. Cara pengambilan penilaian aktivitas peserta didik adalah anak yang mendapatkan bintang satu (*) berarti belum berkembang (BB), (**) mulai berkembang (MB), (***) berkembang sesuai harapan (BSH), (****) berkembang sangat baik (BSB).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari mempunyai beberapa tahapan yaitu kegiatan awal, inti, dan akhir. Hasil penilaian aktivitas pengajar ekstrakurikuler seni tari dilakukan dengan baik (penilaian 3). Hasil aktivitas anak dari (*) belum berkembang menjadi (***) berkembang sesuai harapan.

Minggu, 19 Mei 2013

abstraksi, PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA - KEWIRAUSAHAAN (PKM-K) UNLAM BANJARMASIN


PENSI SI ALUR
(PENTOL SINGKONG ISI AYAM  DAN TELUR)

Oleh : Ari santoso, Arif Sunarya, Emi Nortiani dan Yunia Fanti Lestari

Berbagai makanan khas Indonesia diolah dari bahan dasar singkong. Mulai dari tapai singkong, singkong rebus, tiwul hingga kripik. Makanan khas lain dari Indonesia yang kini digemari masyarakat adalah pentol. Sudah biasa ketika kita menemukan pentol dengan bahan dasar tepung kanji dan daging, namun bagaimana jika pentol terbuat dari bahan dasar singkong, yang memang sangat melimpah di seluruh wilayah Indonesia, bahan baku yang murah dan mudah didapat serta dapat dijadikan/diolah menjadi makanan yang mempunyai nilai gizi dan nilai ekonomis yang tinggi. Dari hal diatas terdapat permasalahan sebagai berikut: 1.Bagaimana mengolah singkong menjadi Pensi Si Alur (Pentol Singkong Isi Ayam dan Telur)? 2.Bagaimana strategi pemasaran Pensi Si Alur (Pentol Singkong Isi Ayam dan Telur  yang baik dan tepat? Dengan tujuan : 1. Menghasilkan pentol singkong sebagai kudapan baru dan makanan yang bergizi tinggi. 2. Meningkatkan daya kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Luaran yang diharapkan : 1. Dapat menambah jumlah produksi sehingga dapat menambah tempat penjualan serta menambah pula laba yang akan diperoleh. 2. Menghasilkan makanan baru yaitu pentol dari singkong yang rendah akan lemak dan bergizi tinggi dan mampu menjadi makanan alternatif pengganti pentol dari daging. 3. Produk yang akan menginspirasi para produsen makanan untuk menciptakan makanan jenis baru yang terbuat dari singkong. Kegiatan ini berguna untuk menumbuh kembangkan daya kreatifitas mahasiswa, membuka peluang usaha baru dan menambah keberagaman jenis makanan dari singkong, melatih kerjasama kelompok agar bisa menjadi tim dalam mengelola sebuah usaha.
Pentol yang kami tawarkan berbahan baku singkong yang sangat melimpah di daerah kita. Di banjarmasin konsumen kudapan pentol banyak diminati di semua kalangan. Produk berbahan dasar singkong kami padukan dengan bumbu dan rempah serta daging dan telur agar menambah nilai gizi tinggi namun masih tetap dengan harga yang rendah (ekonomis). Kami menjual produk di kantin-kantin sekitar kampus, sasaran konsumen khusus ialah kepada mahasiswa/i Universitas Lambung Mangkurat. Selain itu kami juga melayani pemesanan, menjual keliling ke tempat-tempat keramaian/acara hiburan dan ke masyarakat yang ada di Banjarmasin. Sebagai bahan promosi kami memuat info produk kami di media masa dan tidak lupa pula informasi dari mulut ke mulut.
Kata kunci :pentol, singkong, kreativitas, inspirasi, kudapan, ekonomis



Kamis, 18 Agustus 2011

RAMADHAN OH RAMADHAN


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Di bulan Ramadhan saat ini, kita sering mendengar ada sebagian da’i yang menyampaikan bahwa tidur orang yang berpuasa adalah ibadah. Bahkan dikatakan ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga dengan penyampaian semacam ini, orang-orang pun akhirnya bermalas-malasan di bulan Ramadhan bahkan mereka lebih senang tidur daripada melakukan amalan karena termotivasi dengan hadits tersebut. Dalam tulisan yang singkat, kami akan mendudukkan permasalahan ini karena ada yang salah kaprah dengan maksud yang disampaikan dalam hadits tadi. Semoga Allah memudahkan dan menolong urusan setiap hamba-Nya dalam kebaikan.

Derajat Hadits Sebenarnya

Hadits yang dimaksudkan,

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ

“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.”

Perowi hadits ini adalah ‘Abdullah bin Aufi. Hadits ini dibawakan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/1437. Dalam hadits ini terdapat Ma’ruf bin Hasan dan dia adalah perowi yang dho’if (lemah). Juga dalam hadits ini terdapat Sulaiman bin ‘Amr yang lebih dho’if dari Ma’ruf bin Hasan.
Dalam riwayat lain, perowinya adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Haditsnya dibawakan oleh Al ‘Iroqi dalam Takhrijul Ihya’ (1/310) dengan sanad hadits yang dho’if (lemah).
Kesimpulan: Hadits ini adalah hadits yang dho’if. Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. 4696 mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang dho’if (lemah).

Tidur yang Bernilai Ibadah yang Sebenarnya

Setelah kita menyaksikan bahwa hadits yang mengatakan “tidur orang yang berpuasa adalah ibadah” termasuk hadits yang dho’if (lemah), sebenarnya maknanya bisa kita bawa ke makna yang benar.
Sebagaimana para ulama biasa menjelaskan suatu kaedah bahwa setiap amalan yang statusnya mubah (seperti makan, tidur dan berhubungan suami istri) bisa mendapatkan pahala dan bernilai ibadah apabila diniatkan untuk melakukan ibadah. Sebagaimana An Nawawi dalam Syarh Muslim (6/16) mengatakan,

أَنَّ الْمُبَاح إِذَا قَصَدَ بِهِ وَجْه اللَّه تَعَالَى صَارَ طَاعَة ، وَيُثَاب عَلَيْهِ

“Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran).”
Jadi tidur yang bernilai ibadah jika tidurnya adalah demikian.

Ibnu Rajab pun menerangkan hal yang sama, “Jika makan dan minum diniatkan untuk menguatkan badan agar kuat ketika melaksanakan shalat dan berpuasa, maka seperti inilah yang akan bernilai pahala. Sebagaimana pula apabila seseorang berniat dengan tidurnya di malam dan siang harinya agar kuat dalam beramal, maka tidur seperti ini bernilai ibadah.” (Latho-if Al Ma’arif, 279-280)

Intinya, semuanya adalah tergantung niat. Jika niat tidurnya hanya malas-malasan sehingga tidurnya bisa seharian dari pagi hingga sore, maka tidur seperti ini adalah tidur yang sia-sia. Namun jika tidurnya adalah tidur dengan niat agar kuat dalam melakukan shalat malam dan kuat melakukan amalan lainnya, tidur seperti inilah yang bernilai ibadah.

Jadi ingatlah “innamal a’malu bin niyaat”, setiap amalan tergantung dari niatnya.

Semoga Allah menganugerahi setiap langkah kita di bulan Ramadhan penuh keberkahan. Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmatnya, segala kebaikan menjadi sempurna. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam, wal hamdu lillahi robbil ‘alamin.
 (MYCOPY)
Rujukan:

1. As Silsilah Adh Dho’ifah, Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Ma’arif Riyadh, Asy Syamilah
2. Latho-if Al Ma’arif fil Mawaasim Al ‘Aam minal Wazho-if, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islamiy
3. Syarh Muslim, Abu Zakaria Yahya bin Syarf An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah
4. http://www.dorar.net/enc/hadith/نوم الصائم /pt